Kok New Normal Sih

penjual-gudeg-ajie-wartono

Apa itu New Normal?

Kok New Normal Sih

penjual-gudeg-ajie-wartono

New Normal adalah skenario yang diterapkan oleh pemerintah untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi. Setelah diberhentikannya status PSBB ( Pembatasan Sosial Bersekala Besar ) skenario selanjutnya adalah New Normal ini. Dimulainya New Normal ini berbeda di tiap daerah, tergantung situasi dan kondisi masyarakat.

Terdapat perbedaan mengenai kapan istilah New Normal ini dipopulerkan, berdasar dari beberapa sumber berita yang saya baca. Menurut salah satu sumber mengatakan penggunaan istilah ini mulanya pada seusai bencana tsunami Aceh disekitar tahun 2004. Digunakannya New Normal karena masyarakat Aceh kala itu memang mengalami kehidupan yang baru, atau dapat disebut sebagai kenormalan yang baru. Kemudian, dari sumber yang lain menuliskan bahwa penggunaan istilah New Normal pertama kali digunakan paska krisis ekonomi kisaran 2007-2008. Istilah itu terdapat pada publikasi yang ditayangkan oleh Bloomberg tahun 2008 yang ditulis oleh Rich Miller dan Matthew Benjamin.

[ Baca juga: Penerapan Skenario New Normal dalam Masa Pandemi Corona ]

Namun tidak sedikit pihak yang tidak setuju dengan istilah New Normal ini. Termasuk juga saya. Ada juga yang masih bingung dengan diterapkannya istilah new normal, notabene aktris. Katanya pilihan kata ini penting dan berpengaruh terhadap psikologis manusia. Jadi jangan buru-buru menggunakan istilah tersebui.

Menurut si aktris di atas, normal adalah sesuatu yang menjadi acceptable. Dan ia meyakini sekarang adalah masa transisi saja, bukan sebuah kenormalan (new normal). Itu diungkapkannya pada laman media sosialnya.

Saya kemudian menyoroti kolom komentar dari postingannya yang sangat ramai berisi komentar dari para netizen. Tapi karena mungkin para netizen ini gagal paham dengan maksud dari postingan tersebut dan dengan cepat menganggapnya si aktris kontra dan berusaha mengkritik keputusan pemerintah, komentar bernada negatif mengisi sebagian besarnya. Padahal menurut saya, ia hanya mengungkapkan istilah New Normal ini tidak tepat, bukan menyoal skenario yang diterapkan pemerintah.

Menurut seorang kawan di media sosial saya mengatakan bahwa istilah yang lebih tepat adalah new condition. Menurutnya, selama satu hingga dua tahun kedepan mungkin negara kita masih terus berusaha beradaptasi dengan virus Corona. Dan segi kesehatan serta ekonomi masyarakat menjadi PR penting bagi pemerintah.

Terlepas setuju atau tidak setuju dengan istilah itu, kalau saya lebih suka dengan istilah #ZeroNewCase saja. Secara tidak langsung berarti kita tetap berjuang dan selalu waspada, juga tetap menjaga diri agar tidak ada lagi new case Covid-19 di sekitar kita. Contohnya, Jogja selama dua hari kemarin tidak ada penambahan kasus positif / zero growth (sekitar tanggal 26 dan 27 Mei 2020). Jadi, tetap semangat.

 

Foto:
www.instagram.com/ajiewartono

— sandy —

Leave a Reply