Sajak Kopi #1

Post-artikel-template-sajak-1

Sajak Kopi #1

Sampai di kaki Merapi ini aku mengejar jejakmu.
Menjelajahi teduh paras cemara berseling wangi napasmu.
Senyum yang melambai sebagai mengkaut kesunyianku.
Menyimpannya rapat dalam tumpukan-tumpukan cumbumu.

Tanpa menyesap kopi aku tak bisa apa-apa.
Tak kuasa menerka sesuatu darimu setitik pun.
Tiada asam kopi di ruang mulutku juga berarti kenaasan.
Hanya terjaga dalam ketidaktahuan, sebagai melayang dalam hampa udara.

Aku masih tak mengerti kenapa ingatan tentangmu tetap terbawa.

Pandanganmu selalu telanjang tak ada selubung.
Kemudian berbaring menyebelahiku.
Menjalin jemari.
Berdua kita memandang langit pagi.
Diam saja.
Yang bicara hanya hati.

Aku tetap akan mencarimu.
Mengembalikan ingatan ini kepadamu.

Merapi memberiku bekal secangkir kopi.
Ia tahu perjalananku masih jauh.

Jogja ’20

— sandy —

Leave a Reply